Home Kalteng 24 Jam Perkelahian Remaja Hampir Berbuntut Kerusuhan, Polisi dan Bupati Redam Masyarakat Kotim

Perkelahian Remaja Hampir Berbuntut Kerusuhan, Polisi dan Bupati Redam Masyarakat Kotim

29
0
SHARE

    Kotawaringin Timur- Peristiwa perkelahian dua kelompok remaja di Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
    hampir saja memicu terjadinya peristiwa rusuh SARA. Perkalahian yang terjadi pada Selasa (22/10) dini hari, memang
    melibatkan dua etnis yang sebelumnya sempat bertikai. Beruntung permasalahan ini mampu diredam oleh pihak aparat keamanan
    bersama pemerintah daerah setempat, sehingga permasalahan ini tidak sampai meluas.

    Sebuah isu atau berita hoaks pun berseliweran di berbagai media sosial telah terjadinya peristiwa pengeroyokan dan
    penikaman terhadap dua orang remaja dari suku Dayak oleh suku tertentu. Apalagi dari isu tersebut tersiar kabar, jika
    korban telah meninggal dunia akibat ditikam oleh salah seorang pelaku pengeroyokan. Padahal isu tersebut tidak benar, sebab
    korban hanya mengalami luka memar yang tidak seberapa parah, akibat dipukul oleh pelaku yang jumlahnya ada sekitar 9 orang.

    Isu ini rupanya sudah terlanjur merebak di wilayah pedalaman kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga mereka dikabarkan akan
    segera bergerak menuju kota sampit untuk menuntut balas. Beruntung sebelum persoalan ini semakin meluas, aparat keamanan
    dari Polres Kotawaringin Timur dan Kodim 1015 Sampit, berserta pihak pemerintah daerah setempat langsung berupaya meredam
    isu tersebut dan mereka berhasil menyakinkan warga pedalaman jika isu tersebut hanyalah sebuah berita hoaks.

    Menurut Kapolres Kotawaringin Timur Akbp Mohammad Rommel saat menggelar jumpa pers, peristiwa ini hanyalah peristiwa
    perkelahian biasa antar anak muda dan tidak ada yang terluka dalam peristiwa ini, terutama mereka yang dikabarkan sebagai
    korban. “Saat ini seluruh pelaku yang jumlahnya ada sebanyak 9 orang dan beberapa diantaranya adalah anak di bawah umur
    tengah menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” jelasnya.

    Sementara peristiwa yang nyaris memancing terjadinya rusuh sara ini juga mendapat perhatian serius dari Bupati Kotawaringin
    Timur Supian Hadi yang langsung menggelar pertemuan dengan para tokoh dari kedua etnis yang terlibat dalam perkelahian
    tersebut. Bupati meminta kepada semua pihak agar isu ini harus segera diredam, sebab sangat berbahaya sekali terhadap
    stabilitas daerah.

    “Itu peristiwa perkelahian ini sendiri dipicu cek-cok mulut antara kawalan pelaku dan korban, yang berujung dengan
    pengeroyokan terhadap 2 orang korban. Namun kedua belah pihak yang terlibat perkelahian tersebut sebenarnya sudah melakukan
    perdamaian beberapa saat setelah terjadinya peristiwa pengeroyokan tersebut,” jelasnya.(RED)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here