Home Nasional Kebakaran Hutan di 6 Provinsi Capai Ribuan Hektare, Kalteng di Urutan Kedua

Kebakaran Hutan di 6 Provinsi Capai Ribuan Hektare, Kalteng di Urutan Kedua

18
0
SHARE

    Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan telah mencapai 328.724 hektare di seluruh wilayah Indonesia. Data tersebut dihimpun BNPB sejak Januari hingga Agustus 2019.

    Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menuturkan, lahan yang terbakar terbagi ke dalam dua jenis, yaitu 89.563 hektare lahan gambut dan 239.161 hektare lahan mineral.

    Agus menuturkan, terdapat 6 provinsi yang terkena dampak paling luas dari karhutla tersebut, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

    “Riau terluas mencapai 49.266 hektare, diikuti Kalimantan Tengah 44.769 hektare, Kalimantan Barat 25.900 hektare, Kalimantan Selatan 19.490 hektare, Sumatera Selatan 11.826, dan Jambi 11.022 hektare,” ujar Agus di Graha BNPB, Jakarta Timur.

    Dia memprediksi jumlah titik api (hotspot) masih akan tersebar di 6 provinsi tersebut. Perkiraan ini mengingat hujan tak kunjung turun di wilayah ini meskipun Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah dilakukan.

    “Kalau kita lihat hotspotnya kira-kira jam 10 pagi tadi (Senin pagi) di Kalimantan Tengah masih banyak dan Kalimantan Selatan juga, Kalimantan Barat masih ada, di Kalimantan Timur juga masih ada. Di Sumatera cukup banyak, Sumatra Selatan, Jambi, Riau,” ucap Agus.

    BNPB sebelumnya juga menyebutkan bahwa dua provinsi telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dua provinsi itu yakni Riau dan Kalimantan Tengah.

    Agus menuturkan, tingkat polusi udara di Riau sangat tinggi akibat karhutla. Oleh karena itu, Gubernur Riau langsung menetapkan status tanggap darurat.

    Ribuan Personel Dikerahkan
    Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan operasi pemadaman besar-besaran di beberapa titik untuk mencegah karhutla meluas terus dilakukan. Operasi pemadaman melibatkan ribuan personel. Tak kurang dari 29.029 petugas berjibaku memadamkan api.

    “Kita kirimkan 29.029 personel baik instansi pusat dan daerah. Pada prinsipnya pencegahan karhutla ini harus dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan juga media. Kami mengajak semuanya,” kata Wisnu dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Tanggap Bencana Karhutla” di Kementerian Kominfo, Jakarta.

    Wisnu mengatakan bahwa 99 persen kasus karhutla merupakan bencana dikarenakan ulah manusia. Dampak dari kejadian ini, 919.000 orang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan.

    Dari catatan mutakhir BNPB, operasi pemadaman juga mengerahkan 48 helikopter untuk menurunkan 287 juta liter air dan menggelar patroli di wilayah rawan karhutla.

    Di samping melakukan operasi darat, BNPB bersama-sama dengan BPPT dan BMKG melakukan TMC dengan menaburkan 176.000 ton garam dari udara. TMC untuk menyemai awan dan menghasilkan hujan. TMC berhasil di sejumlah kawasan antara lain Aceh, Riau, Kalbar dan Kalteng.(RED)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here