Home Nasional Kalteng Naikkan Status Tanggap Darurat Karhutla

Kalteng Naikkan Status Tanggap Darurat Karhutla

21
0
SHARE
Personel TNI dari Kodim 0301 Pekanbaru berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar di lahan gambut dengan ranting pohon sebelum datangnya bantuan dari Pemadam dan Manggala Agni di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). Kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau menyebabkan Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap dengan aroma menyengat khususnya pada pagi hari, kondisi ini membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan siaga darurat Karhutla. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.

    Palangkaraya- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, akhirnya memutuskan untuk menaikkan status kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Kalimantan Tengah dari Siaga Darurat menjadi menjadi Tanggap Darurat.

    Keputusan ini diambil setelah melihat kejadian kabut asap semakin parah di Kalimantan Tengah  akibat terjadinya karhutla sehingga menjadikan hampir semua sendi kehidupan terganggu.

    Peningkatan status ini diungkapkan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran kepada wartawan di Palangka Raya, Rabu (18/9), usai sholat minta hujan (Istisqo) di halaman Kantor Gubernur.

    Sugianto mengatakan pada Selasa malam dirinya sudah menandatangani surat tanggap darurat karhutla untuk Kalimantan Tengah. “Dengan adanya peningkatan status ini maka Pemprov dan 14 kabupaten di Kalteng harus membiayai semua pengobatan masyarakat yang terkait karhutla,” ujarnya

    Dari pantauannya beberapa hari di sejumlah wilayah kabupaten, seperti Kapuas, Pulang Pisau dan Palangkaraya, ia melihat pemerintah daerah dalam hal ini rumah sakit umum daerah (RSUD) sudah menyiapkan sarana dan prasarana bagi pasien yang menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) juga ruangan untuk rumah oksigen yang diberikan kepada masyarakat secara gratis.

    “Jadi untuk pasien yang terpapar karena asap akan ditangani secara maksimal karena ini sudah tanggung jawab kita,” ujarnya.

    Selain itu, untuk memberikan layanan kepada masyarakat, terutama para pelajar di Palangkaraya yang membutuhkan rumah oksigen secara gratis, mulai hari ini, 18 September 2019, sebanyak empat unit bus milik Pemprov Kalteng diubah fungsinya menjadi rumah oksigen. “Untuk pelayanan, kami akan menyasar kepada anak-anak sekolah karena dengan menggunakan mobil, maka kita bisa mobile mendatangi warga terutama anak sekolah,” terangnya.(RED/RMD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here