Home Kalteng 24 Jam Korban Kecelakaan Kerja PT. GSDI Akibat Terseret Tali Alat Pengambil Sampel...

Korban Kecelakaan Kerja PT. GSDI Akibat Terseret Tali Alat Pengambil Sampel Limbah

150
0
SHARE

    Kotawaringin Barat- Laka kerja yang menimpa Fatur Rahman (34) Operator Proses PT. GSDI, diduga karena terpeleset akibat terseret tali untuk mengambil sampel limbah hasil pengolahan sawit. Kecelakaan kerja terjadi di Desa Sungai Bengkuang, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar, Jumat (12/7).

    Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Waris Waluyo mengatakan, bahwa kejadian itu murni laka kerja. Pasalnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Murni laka kerja, bukan tindak kriminal atau kesengajaan yang mengarah ke pembunuhan,” katanya, Sabtu (13/7).

    Menurutnya, dari pemeriksaan jenazah korban didapati tali pengikat alat untuk mengambil sampel limbah yang terikat di pinggang korban kuat dugaan saat itu korban sengaja mengikatkan tali itu ke tubuhnya.

    “Padahal kalau menurut aturan kerjanya tidak demikian, tali harus terbebas dan tidak boleh diikatkan ke badan. Ya namanya mungkin sudah jalannya korban, kita tidak tahu rencana Tuhan,” ungkapnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa alat untuk mengambil sampel itu terbuat dari besi dan cukup berat. Kuat dugaan, korban terpeleset setelah tertarik tali ketika alat pengambil sampel itu dilemparkan ke arah kolam limbah.

    “Dari hasil olah tkp ditemukan tali alat pengambil sampel limbah terlilit di badan Fatur Rahman, sehingga tertariklah ke dalam kolam penampungan limbah,” terangnya.

    Usai ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung di bawa ke RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum.

    “Dari keterangan saksi di lapangan juga mengatakan hal serupa namun kita tetap melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan menunggu hasil visum,” pungkasnya.

    Sementara itu, Pihak perusahaan tempat korban bekerja sangat menyesalkan hal ini dan siap bertanggung jawab terkait laka kerja tersebut. “Kami menyesalkan hal ini, kami kehilangan keluarga kami,” kata Suryono.

    Ia menambahkan bahwa jenazah korban beserta keluarga telah diterbangkan dari Kalimantan ke kota kelahiran korban di Klaten pada Sabtu (13/7) untuk dimakamkan di tempat kelahiran sesuai permintaan keluarga korban.(JBR)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here