Home Lintas Kalteng Dikeluarkan Dari SMIN 3 Kobar, Orangtua R Laporkan Pihak Sekolah

Dikeluarkan Dari SMIN 3 Kobar, Orangtua R Laporkan Pihak Sekolah

1651
2
SHARE

    Kotawaringin Barat- Tak terima anaknya dikeluarkan dari SMIN 3 Kobar, salah satu orang tua murid melapokan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotawaringin Barat. Sebelumnya, orang tua R sempat memeriksakan anaknya ke psikolog anak, karena penasaran dengan video yang diviralkan oleh pihak sekolah di Facebook.

    Kabid PKPA Eny Pujirahayu menjelaskan, telah melakukan mediasi dengan memanggil orang tua murid dan pihak sekolah di ruangan tertutup dan awak media tidak boleh masuk.

    Setelah selesai mediasi tim poroskalteng.com berhasil menemui orang tua murid R. Dirinya menyatakan kedatangannya ke Kantor Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak ini untuk melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya 14 Februari lalu anaknya dikeluarkan dari sekolah. “Saya ingin tahu apa dan maksud tujuan anak saya dikeluarkan dari sekolah dan alasan seperti apa. Karena waktu dikeluarkan secara sepihak, tanpa ada surat peringatan dan segala macam. Dari hasil mediasi tadi mereka masih membuat surat perdamain, namun kami belum bisa menerima surat perdamain tersebut sebelum pihak sekolah meminta melalui medsos seperti anak saya diviralkan di medsos bahwa anak dikatakan mengalami kelainan, ternyata hal itu tidak terbukti setelah saya memeriksakan anak saya ke pisyikolog anak dan pihak sekolah harus memperbaiki nama baik anak saya,” ujar orang tua korban.

    Sementara Kabid PKPA menjelaskan, mediasi kedua belah pihak berjalan lancar. “Pihak sekolah sudah menceritakan semuanya kepada kami tentang anak tersebut, dan penyelesaian sekarang anak harus tetap sekolah bagaimanapun caranya, pihak sekolah minta maaf dan pihak sekolah mempersilahkan anak tersebut sekolah lagi,” tutup Eny Pujirahayu.

    Orang tua R mengatakan, anaknya sudah tidak mau lagi sekolah di tempat yang sama. “Anak saya sudah tidak mau sekolah di situ lagi, jangankan sekolah di situ lagi tinggal di tempat kelahirannya sendiri dia sudah tidak mau, dia trauma dan malu, sehingga menyekolahkan anak saya ke salah satu sekolah di Palangkaraya,” tutupnya.(JBR)

    2 COMMENTS

    1. Berita yg tidak bisa dipertanggungjawabkan, mana editornya ngga muncul.
      Pernah ngga konfirmasi ke pihak yang diadakan?????

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here