Home Kuala Kapuas Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Pujon-Timpah Putus

Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Pujon-Timpah Putus

99
0
SHARE

    Kapuas- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kapuas dalam, mengakibatkan jembatan penghubung Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah dan Timpah, ambruk. Hujan deras sejak Jumat (9/11) malam hingga Sabtu (10/11) pagi.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Panahatan Sinaga, mengatakan informasi yang pihaknya terima adanya bibir sungai yang tergerus debit air yang terus meninggi. Erosi jalan oleh air terus meninggi, membuat jembatan runtuh.

    “Akses menghubungkan Pujon, Kecamatan Timpah dengan Kapuas Tengah menjadi terhambat,  faktornya karena jalan tergerus atau terkikis oleh air,  saat ini pemerintah sedang melakukan upaya-upaya untuk menangani hal tersebut,” jelasnya.

    Sinaga menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasikan dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU), untuk penanganan darurat. Sementara upaya dari kecamatan dan polsek setempat, masih mengawasi lokasi.

    Selain itu, juga faktor tanah sekitar jembatan yang terdiri dari tanah pasir, sehingga mudah terkikis oleh air. Sebelum runtuh, kontruksi jembatan memang bukan permanen, tetapi berupa box culvert yang sebelumnya sudah mengalami beberapa kali kerusakan dan perbaikan.

    Jalan yang putus sepanjang kurang lebih 15 meter, untuk sementara diupayakan oleh masyarakat melakukan akses penyeberangan dengan menggunakan kelotok atau perahu kecil dengan biaya Rp10.000 per orang dan Rp50.000 untuk satu buah kendaraan roda dua. Meski banyak kendaraan harus antre berjam-jam hingga Senin (12/11).

    Pihak kepolisian sendiri melakukan upaya-upaya dengan memasang police line dan mengimbau warga untuk tidak terlalu dekat dengan jembatan yang ambruk, menghindari hal yang lebih buruk terjadi,  karena pinggiran jembatan terlihat sudah ada retakan-retakan yang dikhawatirkan bisa ambruk lagi sewaktu-waktu.

    “Untuk sekarang kami membantu masyarakat dalam aktifitas penyeberangan dan memberikan imbauan agar tetap berhati hati dalam kegiatan tidak melebihi muatan, monitoring di sekitar areal jembatan yang ambruk agar situasi tetap kondusif,” jelasnya.

    Sementara itu, Camat Timpah, Batu Panahan menambahkan pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk penanganannya.

    “Upaya yang sedang penyeberangan menggunakan kelotok atau perahu kecil baik manusia maupun roda dua, yang diawasi oleh petugas polsek dan koramil, sampai saat ini arus masih deras kedalaman lebih kurang 2,5 meter,” pungkasnya.(ABD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here