Home Lintas Kalteng Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe dan Tahu di Kobar Terancam Bangkrut

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe dan Tahu di Kobar Terancam Bangkrut

123
0
SHARE

    Kotawaringin Barat- Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar membuat harga bahan dasar pembuatan tempe dan tahu yaitu kedelai terus melonjak. Tak heran, pengusaha tempe dan tahu di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, terancam gulung tikar.

    Syariah yang akrab disapa Ibu Syam, salah seorang pengusaha tempe dan tahu menjelaskan, kedelai yang dipakai harus didatangkan dari Pulau Jawa. “Efek pelemahan rupiah membuat harga kedelai naik. Belum lagi sulitnya mendapatkan bahan baku yang baik,” jelasnya.

    Usaha pembuatan tempe dan tahu yang dirintis Ibu Syam sendiri sudah ada sejak 1969. Hingga kini memiliki puluhan pekerja. “Kalau keadaannya seperti ini terus, banyak pekerja yang terancam dirumahkan. Konsumen terus berkurang,” tegasnya.

    “Bisanya kami bisa produksi 2 ton per hari, sekarang turun drastis, 1 ton perharinya,” ungkap Ibu Syam.

    Tempe dan tahu dipasarkan ke empat kabupaten, Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau dan Kotawaringin Timur.

    Ibu Syam berharap pemerintah membantu pasokan dan harga kedelai ke para perajin tempe dan tahu. “Kami minta pemerintah bisa membantu kami menyediakan kedelai dengan harga terjangkau. Ini usaha bisa menghidupkan banyak orang,” tutupnya.(JBR)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here