Home Nasional Alokasi Dana Desa Naik Untuk Mengentaskan Kemiskinan

Alokasi Dana Desa Naik Untuk Mengentaskan Kemiskinan

84
0
SHARE

    Jakarta- Presiden Joko Widodo menaikkan alokasi dana desa menjadi Rp73 triliun di 2019. Angka ini meningkat dibandingkan pagu anggaran tahun ini yang sebesar Rp60 triliun.

    Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo yakin kenaikan alokasi anggaran dana desa bisa mendorong upaya penurunan angka kemiskinan. “Yang jelas akan mengurangi kemiskinan,” katanya saat ditemui di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (21/8).

    Sebagai contoh kata dia, berdasarkan data BPS selama setahun dari Maret 2017 sampai Maret 2018 terjadi penurunan 1,82 juta orang miskin. “Yang menggembirakan adalah jumlah penurunan angka kemiskinannya lebih besar di desa daripada di kota. Di kota cuma 520 ribu atau 580 ribu, di desa itu 1,2 juta lebih,” ujarnya.

    “Nah kalau akselerasi penurunan kemiskinan di desa bisa kita pertahankan, maka dalam 7 tahun ke depan itu jumlah orang miskin di desa akan lebih kecil dibandingkan orang miskin di kota,” imbuhnya.

    Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa penurunan kemiskinan tidak bisa hanya didukung dengan dana desa semata. Dibutuhkan kerja sama serta program yang terintegrasi antara Kementerian/Lembaga.

    “Kemiskinan itu penurunannya bukan hanya dari dana desa. 19 K/L yang ada di kabinet Pak Jokowi itu punya program di desa yang anggarannya lebih dari Rp 500 triliun. Jadi digrebek ramai-ramai akan terjadi,” jelas Eko.

    Selain itu, pemerintah tentu berupaya membawa investasi masuk ke wilayah pedesaan sehingga perekonomian masyarakat dapat lebih laju pergerakannya. Eko mengatakan, hingga saat ini, total investasi swasta di desa dan kawasan transmigrasi sudah mencapai Rp 60 triliun.

    “Dalam 3 tahun terkahir ini mendatangkan investasi swasta melalui program Prukades Kemendes kan cukup besar. Tahun ini saja ada total investasi swasta pada sektor pasca panen desa-desa sehingga menjamin semua produk di desa itu ada Rp 47 trilliun, investasi di kawasan transmigrasi ada Rp 16 triliun,” kata dia.

    Tentu dengan adanya program-program ini, angka kemiskinan juga ketimpangan (atau gini ratio) dapat ditekan

    “Gini rasio dalam jangka waktu panjang pasti akan ditekan, kalau secara nasional itu pasti akan menurun,” tandasnya.(RED)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here