Home Kasongan Jalan Darat Belum Dibangun, Lewat Sungai Ketinggian Air Surut, Pasien Meninggal Karena...

Jalan Darat Belum Dibangun, Lewat Sungai Ketinggian Air Surut, Pasien Meninggal Karena Terlambat Ditangani

45
0
SHARE

    Katingan- Sudah dua bulan ini, warga yang tinggal di Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah terisolasi. Apa yang menyebabkan itu, karena jalur sungai di desa Hantipan menuju ke Sampit mengalami pendangkalan, sehingga kelotok tak bisa lewat.

    Harapan warga Mendawai, Katingan Kuala dan sekitarnya untuk mendapatkan akses jalan darat belum juga terwujud. Sehingga di saat musim kemarau seperti sekarang ribuan warga yang tinggal di beberapa desa setempat terisolasi.

    Kejadian paling parah dialami Muntamah (50) warga desa Jaya Makmur, kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, harus menghembuskan napas terakhirnya di Sungai Hantipan.

    Saat itu, keluarga pasien hendak membawa korban untuk berobat ke Sampit dari Katingan Kuala, namun dalam perjalanan terhalang alur sungai yang kering sehingga tertahan di perjalanan dan pasien meninggal dunia.

    “Ibu naik kelotok ces (perahu kecil muatan 3-4 orang). Karena airnya surut, dan saat masuk Sungai Hantipan mesinnya rusak, lalu harus menunggu mesin pengganti, tapi setelah mesinnya diperbaiki. Ibu sudah tidak ada lagi,” ungkap Imam Ma’ruf saudara kandung almarhumah.

    Menurut Imam, awalnya saudarinya tersebut berniat berobat ke Sampit. Karena disarankan oleh dokter harus dirujuk ke Sampit, kemudian Kamis (9/8) pegi berangkat, namun di tengah perjalanan harus terhenti karena Sungai Hantipan (sungai kecil menuju Sungai Mentaya) makin surut dan sulit dilalui. Akhirnya harus berganti dgn kelotok kecil. Kesulitannya memindah orang sakit dari kelotok itu.

    “Kami sadar bahwa semua kejadian itu adalah takdir. Namun harus diperhatikan juga kendala sulitnya akses jalan sungai hantipan yg surut menjadi kendala keterlambatan penanganan orang sakit, yg meskinya perjalanan 4 jam. Namun dgn kondisi surutnya sungai hantipan ini menjadi 5 sampai 6 jam perjalanan,” ujar Yusri.

    Keterangan, dr. Noni Mariani Tumanggor yang menangani korban meninggal dunia saat dalam perjalanan ingin berobat ke Sampit, menyebutkan, Muntamah di diagnosa terkena Stroke dan harus mendapatkan perawatan lanjutan ke Sampit, sehingga akhirnya keluarganya ingin merawatnya di RS Murjani Sampit.(RED)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here