Home Kalteng 24 Jam Kebakaran Lahan di PT KLM, Siapa Bertanggung jawab?

Kebakaran Lahan di PT KLM, Siapa Bertanggung jawab?

167
0
SHARE

    Palangkaraya- Kebakaran lahan terbesar terjadi di wilayah Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Bahkan areal yang terbakar mencapai 200 hektare lebih. Lantas siapa yang patut bertanggungjawab atas peristiwa tersebut?

    Seperti ingin menjawab komitmen polisi dalam mencegah karhutla, Polres Kapuas langsung terjun ke lapangan, untuk menyelidiki kebakaran lahan di PT Kalimantan Lestari Mandiri (KLM), Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai.

    Selain membantu pemadaman, penyidik Satreskrim Polres Kapuas di-back up Subdit Tipidter Polda Kalteng, memeriksa sejumlah saksi dan pihak perusahaan, untuk dimintai keterangan perihal kebakaran.

    “Sudah ada yang kami periksa. Empat orang dari pihak perusahaan,” ujar Kasatreskrim Polres Kapuas, AKP Iqbal Senqaji.

    Sementara itu, Dirreskrimus Polda Kalteng Kombes Pol Adex Yudiswan, kembali menegaskan, tidak akan main-main dalam menangani kasus karhutla. Tindakan tegas akan diberikan, jika terbukti membakar hutan dan lahan dengan sengaja. “Kalau ada kesengajaan, kita tindak tegas,” katanya.

    Karhutla di wilayah Kecamatan Mantangai, mulai menimbulkan kabut asap, khususnya telah menyelimuti sekitar wilayah tersebut. Dampak dari karhutla ini akan semakin membahayakan, kalau api tidak cepat dipadamakan atau terus meluas. Sudah 24 kali helikopter melakukan bom air atau setara 96.000 liter air.

    “Kita terus berupaya memadamkan api di wilayah Mantangai. Karena sampai saat ini, sudah 200 hektare terbakar,” kata Pejabat (Pj) Bupati Kapuas, Agus Pramono.

    Karhutla ternyata masuk di lahan perusahaan, dan akan semakin meluas. Bahkan, tim dari BPBD Kabupaten Kapuas masih di lapangan, bekerja keras padamkan api, baik di lahan masyarakat maupun perusahaan.

    “Kita masih fokus memadamkan, agar tidak makin meluas. Kalau teguran, pasti akan ada,” jelasnya.

    Agus menerangkan, pihaknya menerjunkan dua helikopter water booming, untuk ikut memadamkan api, karena sudah masuk status tanggap. Sehingga BPBD harus cepat merealisasikan kerjanya bersama instansi terkait. “Apalagi sudah terlihat kabut asap di sekitar Kecamatan Mantangai,” bebernya.

    Agus tidak menapik, karhutla diduga di lahan PT KLM. Pihaknya sudah meminta perusahaan ikut memadamkan. Sehingga api tidak semakin meluas membakar lahan. Apalagi, saat ini musim kemarau.

    Di tempat terpisah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng, Aipda Toha memergoki warga bernama Wagiso, yang sedang membakar di areal lahan, Jalan G Obos XVI, kemarin.

    “Dia membakar lahan bekas tebasan dan baru terbakar delapan meter. Selanjutnya, Tim terpadu dan Wagiso memadamkan api, sampai benar-benar mati. Dia (Wagiso) kami berikan teguran, agar tidak mengulangi lagi,” tegas Toha.(RMD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here