Home Nasional Terdapat Luka Tusuk dan Tembak di Tubuh Orangutan

Terdapat Luka Tusuk dan Tembak di Tubuh Orangutan

92
0
SHARE

    Jakarta- Temuan bangkai orangutan yang mengapung di kanal 7,8 km dari Taman Nasional Tanjung Puting, Seruyan, Kalimantan Tengah, rupanya bukan kali pertama. Centre for Orangutan Protection (COP) mencatat ada 14 temuan orangutan mati tak wajar selama 7 tahun terakhir di sekitar Tamnas Tanjung Puting.

    “Centre for Orangutan Protection (COP) sangat menyayangkan kejahatan ini terjadi lagi karena kematian orangutan dipastikan ulah manusia. Di catatan COP setidaknya sudah ada 14 orangutan ditemukan mati tidak wajar (berupa mayat dan tulang-belulang) dari sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP),” kata Manager Perlindungan Habitat COP Ramadhani dalam keterangan tertulisnya.

    Ramadhani menyebut selama kurun waktu 2011-2018 ini proses hukum terkait temuan 14 bangkai orangutan tak ada yang tuntas. Menurutnya, inilah yang membuat tak ada efek jera bagi para pelaku kekerasan terhadap orangutan.

    “Temuan-temuan mayat orangutan yang diduga mati tidak wajar sebelumnya harusnya diusut secara tuntas hingga proses peradilan agar tidak ada lagi kasus pembunuhan terhadap orangutan. Kasus-kasus temuan kematian orangutan yang telah lalu banyak tidak tuntas akhirnya pelaku merasa tidak ada hukum yang berlaku,” urainya.

    “Kewibawaan KLHK dipertaruhkan dalam kasus ini. Ini adalah momentum pembuktian jika KLHK ada di negara ini,” sambungnya.

    Sebelumnya diberitakan, bangkai orangutan
    mengapung di kanal itu ditemukan telah membusuk. Diduga orangutan itu mati 1 sampai 2 minggu yang lalu.

    Hasil nekropsi orangutan itu menunjukkan adanya kekerasan. Ada sejumlah luka termasuk luka tembak hingga luka bekas tusukan.

    “Hasil X-Ray ditemukan peluru senapan angin di pinggang kiri 2, di jari tengah kaki kiri 1, di daerah kepala 2, di lengan kanan 2, ditemukan juga bekas patah tulang lengan kanan yang sudah menyambung,” kata Field Director Orangutan Foundation International (OFI) Fajar Dewanto.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here