Home Kalteng 24 Jam Bangkai Orangutan Ditemukan di Lahan Sawit PT Wana Sawit Subur Lestari, Terdapat...

Bangkai Orangutan Ditemukan di Lahan Sawit PT Wana Sawit Subur Lestari, Terdapat Luka Senjata Tajam

104
0
SHARE

    Kotawaringin Barat- Bangkai orangutan berjenis kelamin jantan yang diperkirakan berusia 20 tahun, ditemukan dalam kondisi rusak dan terdapat luka bekas senjata tajam.

    Lokasi penemuan di kanal area land clearing, blok Q45, Elang Estate 3, Kebun 5, Afdeling 19, perkebunan kelapa sawit milik PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Minggu (1/7) sekitar pukul 16.00 WIB.

    Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Agung Widodo, Selasa (3/7) membenarkan penemuan bangkai orangutan tersebut.

    “Awalnya penemuan ini diketahui oleh Dodi Kurniawan yang merupakan petugas Resort Telaga Pulang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I, Pembuang Hulu, Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), setelah mendapatkan informasi dari karyawan PT WSSL yang mengetahui adanya bangkai orangutan,” jelas Agung.

    Mendapatkan laporan, petugas Resort Telaga Pulang kemudian berangkat bersama karyawan PT WSSL yang menemukan bangkai orangutan tersebut.

    “Pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB seusai pengecekan, Dodi melaporkan kepada Pos Seluangmas 2, Orangutan Foundation International (OFI). Selanjutnya bersama dua orang staf OFI yaitu Sabran dan Fadil, mereka kemudian kembali mendatangi lokasi untuk memastikan apakah yang ditemukan tersebut merupakan bangkai orangutan. Setelah bisa dipastikan kebenarannya, mereka kembali ke pos dan melaporkan penemuan itu kepada Field Director OFI Fajar Dewanto,” tutur Agung.

    Tim dari OFI kembali ke lokasi penemuan Senin (2/7) dan melakukan penjagaan sampai tim evakuasi datang. “Tim dari BKSDA Kalteng, Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup (BPPHLHK) dan OFI kemudian tiba di lokasi penemuan sekitar pukul 16.00. Setelah didampingi pihak PT WSSL II, sekitar pukul 17.00, tim mengangkat bangkai orangutan tersebut untuk identifikasi awal,” tegasnya.

    Menurut Agung, berdasarkan identifikasi awal, diketahui kondisi fisik orangutan tersebut sudah rusak. “Diperkirakan ada bekas ikatan tali di kaki sebelah kiri, bekas benda tajam di kaki, tangan, dan punggung. Jempol kaki sebelah kiri hilang, perut dan leher sudah berlubang. Diperkirakan orangutan itu sudah menjadi bangkai sekitar 1-2 minggu,” jelas Agung.

    Saat ini tim BPPHLHK masih mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi, di antaranya Dodi selaku petugas resort dan dua operator excavator yaitu Komedi Tomanggor dan Samiran.

    “Selain itu, bangkai orangutan juga telah dibawa ke Orangutan Care Centre Quarantine (OCCQ) OFI yang berlokasi di Desa Pasir Panjang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan penyidikan kasus ini akan ditindaklanjuti oleh BPPHLHK wilayah Kalimantan,” sebut Agung.(RMD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here