Home Kalteng 24 Jam Polisi Tangkap Pembunuh Linda Wati

Polisi Tangkap Pembunuh Linda Wati

377
0
SHARE

    Banjarmasin- Pelaku pembunuhan mayat di dalam boks yang dititip ke Mushola Al Musyarrofah Linda Wati (32) langsung bisa diringkus. Tak butuh waktu 24 jam, tim gabungan Resmob Polda Kalsel dan Resmob Polres Banjar mengendus terduga pelaku, Minggu (10/6) malam.

    Dir Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Sofyan Hidayat mengatakan, terduga tersangka berhasil diringkus di kediaman Jalan Sultan Adam, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin pada pukul 21.00 Wita, Minggu (10/6).

    “Reskrimum Polda Kalsel berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan mayat dalam box di Sungai Tabuk itu, terduga pelaku saat ini sedang dilakukan interogasi dan dimintai keterangan,” katanya.

    Pelaku pembunuh mayat dalam boks plastik yang dititip di musholla itu bernama Riyad. Hanya saja, untuk saat ini Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Sofyan belum bisa memberitahukan nama terduga pelaku boks titipan berisi tubuh Linda Wati itu, dan apa motif pembunuhannya. Saat ini pelaku berada di ruang pemeriksaan Reskrimum Polda Kalsel.

    Pengakuan pelaku, ia menghabisi korban yang belakangan diketahui bernama Linda Wati (32), warga Anjir Serapat Timur Km 14 Kapuas Timur, di kediamannya di Sultan Adam pada dini hari.

    Setelah dibunuh, Riyad membungkus mayat Linda dengan kantongan plastik lalu memasukkan mayatnya ke dalam boks dan dibawa ke Sungai Tabuk. Riyad -nama panggilan dari keterangan warga sekitar rumah pelaku, red- sempat membuat alasan mengejutkan saat diinterogasi polisi. Sang pelaku, berdalih bahwa ia membunuh karena melihat sang korban seperti hantu.

    Namun, alasan tersebut tidak langsung dipercaya tim gabungan Polda Kalsel dan Resmob Polres Banjar yang dipimpin langsung Dir Reskrimum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    Polisi sempat merilis identitas korban yang bernama Linda Wati berumur 32 tahun warga Desa Anjir Serapat Timur, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapus, Kalimantan Tengah.

    Sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan dalam bok plastik di sebuah musholla Al Musyarofah, lingkungan RT 3 RW 2 Desa Pemakuan Laut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (10/6) sekitar pukul 05.30 Wita. Kejadian ini membuat gempar warga di lokasi kejadian.

    Ketika ditemukan, kondisi tubuh mayat diikat tali rafia dan ditekuk agar muat dalam boks plastik berukuran 100 x 75 cm tersebut. Seorang saksi mata, sekaligus Ketua Pengurus Musholla Al Musyaroffah Jalan Bakti Desa Pemakuan Laut, Ahmad Muslim mengatakan, sekitar pukul 00.30 Wita seorang laki-laki menghentikan sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah dengan masih menggunakan helm menutupi muka. Lelaki tersebut lantas menurunkan boks plastik yang diikat di atas motornya. Karena terlihat keberatan saat mau menurunkan, beberapa remaja yang pada saat itu sedang tadarusan di musholla membantu menurunkan boks tersebut. Karena sangat berat, perlu sampai empat orang untuk mengangkatnya.

    “Pria tadi bilang, mau titip sebentar karena mau ambil HP yang ketinggalan di rumah. Lalu dia berpesan kalau sampai subuh saya enggak kembali, tolong masukkan ke dalam musholla,” terang Muslim.

    Pelaku mengaku bahwa box plastik tersebut berisi baju dagangan yang hendak dijual ke pasar. Tak merasa curiga, anak-anak tersebut membiarkan saja pelaku pergi dan menaruh kotak box plastik di depan musholla.

    Karena tak kunjung diambil hingga habis subuh, maka para jamaah musholla bersepakat untuk membuka untuk mengetahui isi dari paket tersebut. Pun mereka mengira barang tersebut juga titipan untuk musholla. Sebelumnya, jamaah musholla menduga paket tersebut memang berisi baju sesuai pengakuan pelaku.

    “Tapi setelah dibuka boks plastik tersebut, didalamnya ada tiga lapis kantong plastik dan setelah betul-betul terbuka semua, kami terkejut ternyata isinya manusia dan terlihat tangannya yang terikat,” cetusnya.

    Mayat mengenaskan tersebut dalam kondisi tak mengenakan baju dan setelah dicek ternyata seorang perempuan. Hal ini terlihat dari rambut serta payudara yang kelihatan secara langsung setelah sejumlah penutup plastik hitam itu dibuka.

    Tahu, bahwa ternyata boks plastik tersebut berisi mayat, pengurus musholla dan sejumlah jamaah lantas melaporkan ke Ketua RT, Pambakal, dan Polsek Sungai Tabuk.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here