Home Kuala Pembuang Infrastruktur Dibiarkan Rusak, Warga Sekitar Masih Miskin, Perusahaan Kelapa Sawit Terancam Sanksi...

Infrastruktur Dibiarkan Rusak, Warga Sekitar Masih Miskin, Perusahaan Kelapa Sawit Terancam Sanksi Tegas

150
0
SHARE

    Seruyan- Pejabat Sementara Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu agar membantu pembangunan desa sekitar lokasi perusahaan.

    “Kita minta kepada perusahaan besar swasta kepala sawit untuk aktif membantu pembangunan daerah, khususnya pembangunan desa di sekitarnya,” ujar Leonard, Kamis (24/5).

    Leonard menilai, kepedulian perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap pembangunan desa sangat minim. Hal itu terlihat banyaknya infrastruktur desa yang berada di sekitar perusahaan dibiarkan rusak tanpa ada kepedulian dari perusahaan.

    Selain itu, masih banyak pula warga di sekitar perusahaan perkebunan yang hidup miskin karena kondisi perekonomian yang semakin sulit.

    “Berbeda dengan di perusahaan, infrastruktur yang dibangun bagus, jalan juga mulus. Tapi di desa sekitar banyak yang rusak dan dibiarkan begitu saja oleh perusahaan,” katanya.

    Leonard yang juga Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kalteng ini menegaskan, sebagai penjabat bupati dirinya sudah beberapa kali memperingatkan dan mengimbau agar perusahaan besar swasta di Seruyan agar memperhatikan desa serta warga yang ada di sekitarnya.

    “Kita sudah beberapa kali memperingatkan agar perusahaan ini peduli dengan daerah di mana mereka berada. Kalau masih saja tidak mau maka nanti akan kita laporkan,” katanya.

    Ia juga meminta kepada warga di sekitar perusahaan agar jangan sampai dibodohi oleh perusahaan yang melanggar aturan dengan imbalan tidak seberapa.

    Warga hendaknya dapat bersama-sama melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang berbuat tidak adil terhadap masyarakat serta melakukan pelanggaran.

    “Warga sekitar perusahaan jangan mau dibodohi dengan bantuan tidak seberapa seperti sembako misalnya. Kalau memang perusahaan tidak adil atau melanggar aturan segera laporkan ke kecamatan atau kabupaten dan jangan berdiam diri,” katanya.(AGN)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here