Home Kalteng 24 Jam Hina Presiden, Warga Kotim Dicokok Polisi

Hina Presiden, Warga Kotim Dicokok Polisi

280
0
SHARE

    Kotawaringin Timur- Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Muhammad Rommel membenarkan bahwa jajarannya mengamankan seseorang pelaku penyebar ujaran kebencian terhadap kepala negara melalui akun facebook.

    “Pemilik akun ‘Budi Karam’ yang menyebarkan kata-kata ujaran kebencian di media sosial, sejak hari Rabu (23/5) lalu sudah diamankan pihak Polres Kotim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Muhammad Rommel.

    Dia menegaskan, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu kini sudah mendekam di Rutan Mapolres Kotim. Bahkan penyidik juga menjerat yang bersangkutan dengan Pasal 45 A Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik.

    Sedangkan untuk ancaman hukuman kurungan penjara bagi pelaku yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut, adalah enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

    Rommel menjelaskan, pelaku dalam status facebooknya tersebut menyudutkan Kepala Negara RI dengan ujaran yang seharusnya tidak patut diucapkan sehingga mengundang SARA, dan mengundang konotasi negatif terhadap para nitizen atau warganet.

    Aparat kepolisian yang menerima laporan mengenai hal tersebut, langsung menyelidiki keberadaan pemilik akun ‘Budi Karam’ tersebut. Setelah berhasil menemukan yang bersangkutan polisi langsung mengamankannya dan melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, guna mengetahui apa maksud dan tujuan tersangka menulis kata-kata tersebut. “Mengenai tujuannya apa, kami masih mendalaminya,” ucapnya.

    Rommel mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial milik pribadinya. Bahkann jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita yang disebar di media sosial, karena belum diketahui kebenarannya.

    “Apabila mendapat informasi di media sosial jangan langsung diserap, alangkah baiknya telusuri dulu kebenarannya pengecekan keabsahan informasi itu agar para pembacanya tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang ia dapatkan itu,” tandasnya.(RED)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here