Home Lintas Kalteng Berani Bolos dan Berkeliaran Saat Ramadan, Sanksi Tegas Menanti ASN

Berani Bolos dan Berkeliaran Saat Ramadan, Sanksi Tegas Menanti ASN

423
0
SHARE

    Palangkaraya- Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Alman P Pakpahan mengancam akan menertibkan Aparatur Sipil Negara yang berani bolos pada saat jam kerja dan berkeliaran di pasar maupun swalayan.

    “Penertiban itu akan dilakukan mendadak. Yang pasti kami sudah membentuk satuan informan yang artinya kawasan mana saja yang sering di jadikan tempat bolos ASN, kami akan tertibkan,” kata Alman P Pakpahan, Jumat (18/5).

    Alman menjelaskan, untuk mengencangkan kinerja ASN salah satunya dengan cara menertibkan oknum ASN yang diduga malas bekerja dan sering berkeliaran di Mall serta lain sebagainya. Mengenai sanksi tentunya berdasarkan PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai.

    Mengenai sanksi untuk oknum ASN yang membolos pada jam kerja itu nanti, tentu sesuai dengan perbuatannya. Apabila sering melakukan dan sering tertangkap tangan tentunya sanksinya beda dengan oknum ASN yang pertama kali terjaring oleh Satpol PP.

    “Kalau ASN ingin keluar dan mengurus kegiatan kantor tentunya wajib mengantongi surat izin dari pimpinan, agar ketika petugas melakukan penertiban terhadap ASN tersebut. Namun apabila tanpa keterangan kami wajib menertibkan ASN tersebut karena tidak memiliki alasan yang jelas,” katanya.

    Dia berharap, sebelum pihaknya menggencarkan penertiban itu, para ASN di lingkup pemkot setempat tidak berkeliaran pada saat jam kerja. Apalagi pada bulan suci Ramadhan ini jam masuk ASN yang semula pukul 07.00 WIB menjadi 07.30 WIB.

    Sedangkan jam pulang yang semula pukul 15.00 WIB kini dimajukan menjadi pukul 14.30 WIB sesuai dengan surat edaran Wali Kota Palangkaraya HM Riban Satia yang baru saja di edarkan ke setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemkot Palangkaraya.

    “Ya saya minta apa yang sudah menjadi kewajiban kita sebagai ASN wajib ditaati. Tidak menutup kemungkinan hal itu juga berlaku untuk para tenaga honorer yang bekerja di lingkup pemkot setempat,” pungkasnya.(RMD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here