Home Lintas Kalteng Sebelum Gantung Diri, Ini Pesan Kori Untuk Adiknya

Sebelum Gantung Diri, Ini Pesan Kori Untuk Adiknya

188
0
SHARE

    Barito Timur- Entah apa yang terjadi dalam diri seorang pemuda warga Bantai Karau RT 14 Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalteng, bernama Kori Abadi (31). Laki laki lajang ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya, Sabtu (5/5) sekitar pukul 10.30 WIB.

    Kejadian tersebut baru diketahui adik korban Insan Waspada (23) dan ibunya sekitar pukul 17.30 WIB. Sebelumnya korban bersama adiknya melakukan kegiatan keseharianya membantu berjualan dan menurunkan barang dagangan di toko milik orang tuanya yang berada di depan rumah mereka.

    Sekitar pukul 10.00 WIB korban meminta adiknya untuk menjaga toko, kemudian korban pergi ke belakang dengan alasan ada yang dikerjakan. Namun hingga sore hari korban tidak kelihatan.

    Merasa curiga, adik korban mencari kakaknya ke belakang rumah namun pintu rumah belakang tenyata dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga adik korban bersama ibunya harus membuka paksa pintu tersebut. Ibu dan adik korban terkejut dan histeris begitu menemukan korban dalam keadaan gantung diri menggunakan seutas tali nilon yang diikat di kayu atap kamar mandi dan dalam keadaan telah meninggal dunia.

    Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK melalui Kapolsek Dusun Tengah Iptu Muhammad Syafuan Nor, SIK membenarkan telah terjadi peristiwa gantung diri di wilayahnya. Jenazah korban telah dilakukan visum et repertum. “Dari hasil visum murni gantung diri karena tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya kepada Tribratanews.

    Kapolsek menambahkan, pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi, dan menerima kejadian atau kematian korban tersebut adalah musibah karena gantung diri, sehingga membuat pernyataan menolak dilakukan autopsi.

    Sementara itu adik korban menuturkan, sebelum kejadian saat dia dan korban sedang menurunkan tabung gas untuk dijual di toko, korban sempat berpesan kepada adiknya “Jaga bapak sama ibu baik-baik,” namun adiknya tidak curiga dan tidak menanggapi omongan korban tersebut.

    Sepengetahuan keluarga, tidak ada permasalahan yang dihadapi korban akan tetapi dua minggu sebelum kejadian korban ada minta ijin dengan orang tuanya, bahwa korban ijin bekerja di perusahaan Pertamina yang ada di Adaro. Namun korban dilarang oleh orang tuanya, disebabkan karena orang tuanya kurang yakin untuk melepas korban untuk bekerja di luar, dan korban diminta untuk membantu di rumah berjualan. Sejak itulah korban menjadi pendiam yang biasa korban ceria dan suka bercanda.(RMD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here