Home Lintas Kalteng Sampai Kapan Jalan TransKalimantan di Bukit Rawi Bebas Banjir?

Sampai Kapan Jalan TransKalimantan di Bukit Rawi Bebas Banjir?

321
0
SHARE

    Pulang Pisau- Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir di Desa Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, membuat Sungai Kahayan meluap. Akibatnya, luapan air setinggi 30-40 ventimeter membanjiri jalan Trans Kalimantan, Sabtu (28/4) pagi. Arus lalu lintas kendaraan dari Palangkaraya menuju ke sejumlah wilayah lain pun terganggu akibat banjir tersebut.

    Para pengendara roda dua dan empat yang melintasi kawasan tersebut nekat menerobos banjir, meski dengan risiko mogok. Apalagi, di beberapa titik banyak terdapat lubang yang tidak terlihat akibat tertutup air, sehingga cukup membahayakan para pengendara.

    Babinsa Bukit Rawi, Sertu Supandi mengatakan, banjir sudah terjadi sejak Jumat (27/4). “Tapi baru dalam sejak pagi tadi. Penyebabnya curah hujan yang tidak ada berhentinya, sama kiriman dari hulu Sungai Kahayan,” kata Aji, pengguna jalan.

    Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Kahayan ini praktis membuat arus lalu lintas dari dan menuju Kota Palangkaraya terganggu. Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi banjir karena menghambat perjalanan. Bahkan waktu tempuh kendaraan kini bisa terlambat hingga satu jam akibat kondisi tersebut.

    “Jalanannya banyak yang berlubang dan tertutup air. Jadinya harus ekstra hati-hati. Akibatnya perjalanan kami terhambat Pak, sampai satu jam malah,” kata Mutakhin, salah seorang pengemudi mobil yang kebetulan melintas.

    Hal senada disampaikan Dedy, seorang pemotor yang kebetulan melintasi jalan tersebut. “Di sini sudah sering banjir Pak. Kalau tidak hati-hati bisa bahaya, karena lubang di jalan tertutup air,” katanya.

    Diperkirakan, banjir masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan, mengingat intensitas hujan masih tinggi. Warga berharap pemerintah daerah dan provinsi bisa segera mengatasi banjir agar bencana tahunan ini tidak terulang kembali.

    Hingga hari ini (29/4) jalan Bukitrawi yang mengalami kerusakan tersebut kembali terendam luapan air Sungai Kahayan, memang ini selalu terjadi setiap musim penghujan dan ketika air sungai kahayan meluap airnya akan meluber ke jalan trans kalimantan poros tengah tersebut, karena jalur ini cukup padat kendaraan sehingga terjadi antrean panjang kendaraan.

    Berdasarkan keterangan Dinas PUPR Kalteng, panjang jalan yang perlu ditangani mencapai 5 km dan yang perlu ditangai segera sekitar sepanjang 3 km karena sering terendam banjir sehingg jalan menjadi berlubang akibat aspal terkelupas.

    Saat ini satus jalan tersebut sudah beralih menjadi jalan Nasional dan untuk mengatasi jalan yang kerap direndam banjir tersebut, sebelumnya sudah diusulan pembangunan sejak empat tahun silam, dengan sistem pile slab atau jalan layang, namun sampai sekarang belum mendapat respon, dengan alasan keterbatasan anggaran.

    Tindakan yang dilakukan instansi terkait hanya memasang rambu-rambu, pengaturan lalu lintas, dan saat banjir surut, baru lobang-lobang itu ditutup dan itu berulang hampir setiap tahun, hanya seperti itu, sehingga terkesan hanya membuang anggaran.(AGN)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here