Home Kuala Kapuas Sungai Muroi Dipenuhi Tambang Pasir Puya

Sungai Muroi Dipenuhi Tambang Pasir Puya

587
0
SHARE

    Kapuas- Para pemilik kapal kelotok mungkin lebih tenar disebut sekarang katinting di Sungai Muroi, kabupaten Kapuas, kini berlomba memuat pasir puya dari hulu Sungai Muroi menuju ke desa Bukit Batu.

    Menurut salah satu motoris, uang yang didapat mengangkut pasir puya lebih menjanjikan. “Harga angkut pasir puya per kilogramnya mencapai Rp 400 sampai 500, belum lagi ditambah jarak pengangkutan,” jelasnya.

    Meski yang diangkut mereka adalah pasir puya dari penambangan ilegal, para motoris mengaku sudah mengetahuinya. “Meski tambang itu ilegal dan merusak lingkungan, tapi uang yang didapat lebih banyak dari pada angkut penumpang,” ujarnya.

    Pengiriman pasir puya ilegal ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan belum ada penindakan dari kepolisian atau dinas terkait.

    “Pemilik tambang biasa mengirim pasir puya ke Kereng Pangi, bahkan ada yanh sampai dikirim ke luar Kalimantan Tengah. Bahkan, beberapa kali saya kirim ke Kalimantan Selatan,” ujar motoris.

    Lintasan pengirimannya pun menggunakan rute kota cantik Palangkaraya. “Polisi sepertinya sudah tutup mata dengan kegiatan ini. “Dump truk bernomor polisi KH 9005 FB selalu memuat pasir puya di malam hari di desa Bukit Batu, kecamatan Mantangai, kabupaten Kapuas. Dan selalu menyusuri jalan trans Kalimantan dengan bebas,” jelas warga desa.

    Berdasarkan pantauan tim poroskalteng.com di hulu Sungai Muroi, kondisi lingkungan sungai sudah mulai rusak. Eksploitasi tambang pasir puya ilegal sudah dilakukan secara masif. “Kita sudah sulit mendapatkan ikan di sungai, pendapatan nelayan pun berkurang. Semoga pemerintah dan kepolisian bisa menertibkannya,” jelas warga lainnya.(ABD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here