Home Lintas Kalteng Penggunaan Senapan Angin Untuk Berburu Diperketat

Penggunaan Senapan Angin Untuk Berburu Diperketat

828
0
SHARE

    Palangkaraya- Maraknya penggunaan senapan angin untuk berburu menjadi polemik. Bukan tanpa sebab, karena banyak satwa langka dan dilindungi seperti orang utan dibantai menggunakan senapan angin. Bahkan kejadian yang belum lama terjadi di Kalimantan Timur ini menjadi perhatian dunia.

    Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani, mengeluarkan surat edaran sesuai UU No 5/1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya.

    Dalam Pasal 21 ayat 2 huruf a yang berisi larangan menangkap,melukai, bahkan membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara juga mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup yang berimplikasi terhadap tindakan kejahatan kehutanan.

    Dirjen juga menyoroti, terkait penggunaan senjata api, yang sesuai penatausahaan, pengawasan dan pengendalian senapan angin tersebut merupakan kewenangan kepala kepolisian negara RI.

    Sesuai dengan ketentuan no 8 tahun 2012 tantang pengawasan dan pengendalian juga penggunaan senjata api untuk olahraga bukan untuk perburuan ilegal binatang yang dilindungi, yang bertentangan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

    Lantas bagaimana masyarakat Kalimantan Tengah menyikapi hal ini. Agung salah satu warga kota Palangkaraya menegaskan, dirinya menggunakan senapan angin hanya untuk berburu hewan biasa bukan yang dilindungi negara. “Saya sangat setuju, kalo untuk membunuh hewan lamgka dan dilindungi, pelaku harus dihukum berat dan dilarang selamanya menggunakan senapan angin,” jelasnya.

    Berbeda dengan pernyataan di atas, Sartono yang juga warga kota Palangkaraya menjelaskan, bahwa pengaturan penggunaan senapan angin jangan terlalu ketat. “Kami yang tergabung dalam kelompok berburu akan kesulitan memuaskan hobi kami. Selama ini juga kami tidak berburu hewan yang dilindungi, hanya hewan biasa,” tegasnya.(**)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here