Home Kuala Kapuas Warganya Meningggal Terjangkit Flu Babi, Kapuas Tetapkan Status KLB

Warganya Meningggal Terjangkit Flu Babi, Kapuas Tetapkan Status KLB

164
0
SHARE

    Kapuas- Sariyem (58) warga Desa Tambun Raya, KM 7, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, meninggal dunia sepulang menjalankan ibadah umrah.

    Sebelumnya, korban diduga meninggal karena terjangkit flu unta. Namun, belakangan, Sariyem dinyatakan positif terjangkit flu babi.

    Menindaklanjuti kasus ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas pun telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kapuas Tri Setia Utami, Selasa (27/3), membenarkan pihaknya telah menerima surat hasil uji laboratorium Surabaya tentang penyakit yang diderita Sariyem.

    Surat itu disampaikan melalui pesan yang diteruskan petugas Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng. “Surat resmi belum kami terima, namun lewat pesan sudah kami terima dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng. Berdasarkan uji sampel infeksi pernafasan yang diambil Sariyem yakni sampel apusan hidung dan tenggorokan. Maka hasilnya korban terinfeksi virus influenza A subtipe H1N1 atau yang tren dikenal dengan flu babi,” ujar Tri.

    Menurut dia, flu babi akan berbahaya jika menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti orang yang sudah tua atau penderita diabetes.

    “Nah flu babi ini memang lazim ditemukan di populasi babi. Namun berdasarkan informasi dari dokter hewan, bahwa flu babi itu tidak hanya dari babi, tapi juga bisa datang dari hewan ternak lain. Virus ini juga bisa menyebar antarsesama manusia. Manusia bisa tertular dari orang lain yang sudah terinfeksi virus ini, baik melalui udara maupun sentuhan seperti bersalaman,” tuturnya.

    Terkait dengan kematian Sariyem, sambung dr Tri, Dinas Kesehatan Kapuas sudah menggelar rapat internal. Hasilnya, menetapkan Kapuas KLB flu babi.

    “Kasus ini ditetapkan berstatus KLB karena sebelumnya belum pernah ada satupun laporan kasus ini di Kapuas. Dengan penetapan status ini, maka masyarakat Kapuas diminta waspada,” ungkapnya.

    Dokter Tri turut mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan memastikan asupan gizi dan istirahat yang cukup. Supaya daya tahan tubuh terjaga. Sehingga semua jenis penyakit akan susah masuk ke dalam tubuh.

    “Seringlah cuci tangan karena virus bisa menyebar melalui sentuhan seperti saat bersalaman. Kemudian jika kita terserang flu, gunakanlah masker agar virus tidak terbang ke mana-mana. Sebab saat flu kita tidak tahu virus apa yang menyerang kita. Kita juga menghimbau jemaah umrah atau haji, saat pulang ibadah walaupun sehat disarankan untuk melapor ke puskesmas terdekat. Ini agar kesehatan mereka diperiksa, sehingga jika ada gejala penyakit bisa langsung ditangani,” pesan dokte Tri.

    Seperti diketahui, Sariyem meninggal dalam perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin, Selasa (27/3) dini hari. Perempuan itu disebutkan terserang flu saat menjalankan ibadah umrah.

    Sebelumnya almarhumah sempat dirawat inap di RSUD Kuala Kapuas. Karena kondisi korban dianggap parah, lalu dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.(**)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here