Home Nasional PLN Targetkan Sumatera dan Kalimantan Jadi Terminal Batubara

PLN Targetkan Sumatera dan Kalimantan Jadi Terminal Batubara

103
0
SHARE

    Jakarta- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali mewacanakan membangun terminal batubara di Sumatera dan Kalimantan berkapasitas di atas 20 juta ton. Itu dilakukan sebagai langkah efisiensi PLN perihal suplai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

    Senior Manager Of Coal Procurement PLN, Tri Sutanto mengatakan, untuk lokasi pembangunan terminal batubara di Sumatera dan Kalimantan itu masih difinalisasi. Yang jelas, dua pulau itu merupakan penghasil batubara terbaik, sehingga, efisiensi suplai pembangkit bisa terjamin.

    “Kalau kita meluncurkan 2018 mungkin tiga tahun ke depan coal terminal-nya sudah bisa beroperasi. Karena memang pembangunan memakan waktu yang cukup lama juga,” terangnya, Minggu (25/3).

    Namun, Tri belum bisa mengatakan berapa nilai investasi yang disediakan oleh PLN untuk membangun terminal batubara itu.

    Namun asal tahu saja, dengan kapasitas yang sama yaitu 20 juta ton, terminal batubara yang telah di-groundbreaking pada tahun lalu di Banten, investasinya mencapai Rp 20 triliun.

    “Untuk siapa yang membangun, tergantung penugasan saja. Karena yang membangun anak usaha PLN,” ungkapnya.

    Selain efisiensi, alasan lain pbangunan terminal batubara ini, kata Tri, ke depan PLN akan membuat zonasi batubara. Misalnya, untuk batubara Sumatera akan digunakan untuk PLTU di Sumatera saja. Begitu juga dengan Kalimantan bahkan Jawa.

    Maka dari itu ia bilang, dengan adanya zonasi batubara, logistik suplai batubara ke PLTU bisa semakin optimal dengan menghilangkan cost transportasi yang mahal lewat pengiriman batubara dari luar Pulau tersebut.

    “Jangan sampai harga batubara dengan transportasi mahalan transportasinya. Betul-betul kita cari logistik yang paling efisien,” ungkapnya.

    Adupun Tri bilang, jika batubara dioper melalui Pulau lain. Maka, kualitas batuara akan terdegradasi. Sehingga, kapasitas batubara yang dipakai tidak semuanya bisa terpenuhi PLTU.

    “Contoh misalnya yang jauh pakai tongkang pertama resiko perjalanan. Dengan adanya zonasi dan terminal batubara ini selain cost yang lebih murah kualitasnya juga terjaga,” tandasnya.(**)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here