Home Nasional Gerebek Kamp Bandar Sabu, Petugas Temukan Senjata Siap Tembak

Gerebek Kamp Bandar Sabu, Petugas Temukan Senjata Siap Tembak

176
0
SHARE

    Nunukan- Tim gabungan dari Eastern Fleet Quick Response (EFQR) TNI AL dan Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung menggerebek sebuah rumah atau kamp sindikat sabu di perkebunan sawit di wilayah perbatasan Kecamatan Seimenggaris, Nunukan, Kalimantan Utara. Penggerebekan berawal dari tertangkapnya kurir sabu asal Malaysia yang melarikan diri saat diperiksa anggota TNI AL di Pos Dermaga Sei Pancang Sebatik beberapa waktu lalu.

    Komandan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono mengaku menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku. “Di lokasi kebun sawit, kita menemukan sebuah rumah atau kamp yang digunakan sebagai markas. Kita amankan beberapa orang dan barang bukti sabu,” ujarnya.

    Dari kamp tersebut, petugas mengamankan sabu seberat 5,8 gram yang dibungkus dalam plastik putih siap edar. Selain itu, tim mengamankan 2 anggota jaringan, Awaludin alias Iwan (34) dan Riska (21). Sedangkan 3 orang warga Kanduangan yang berada di lokasi penggerebekan dikenakan wajib lapor. Tak hanya itu, tim juga mengamankan sebuah sepeda motor yang diduga digunakan untuk mengambil sabu dari Malaysia dan sejumlah senjata api rakitan siap tembak di dalam rumah tersebut.“Kita juga temukan 2 pucuk senjata api rakitan yang berisi peluru jenis penabur yang siap dtembakkan,” imbuh Ari.

    Penggerebekan kamp sabu jaringan Malaysia ini berawal dari lolosnya kurir sabu dari Tawau Malaysia saat akan diperiksa petugas TNI AL di Pos Sei Pancang, Sebatik. Advertisment Masyarakat yang mengetahui keberadaan korban dari foto yang disebar aparat di perkebunan sawit di wilayah perbatasan kemudian melaporkan kepada aparat. Pada Kamis (15/3) sekitar pukul 06.00 WITA, tim gabungan menggunakan speedboat menuju Desa Semaja, Kecamatan Seimanggaris yang berjarak 9 jam perjalanan dengan menggunakan speedboat dari Nunukan.

    Saat rumah pondok digeledah, 2 orang melarikan diri ke tengah kebun sawit. Dari pengakuan tersangka Riska, sabu akan dijual kepada para pekerja sawit. Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung, Letkol Infanteri Rio Neswan, jalur tikus dan perkebunan sawit di perbatasan banyak dimanfaatkan jaringan sabu dari Malaysia. Para pekerja sawit kerap dijadikan target pasar. Untuk itu, pihaknya meningkatkan pengawasan serta mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan sindikat pengedar narkoba. “Mereka ini tergiur dengan keuntungan yang besar perdagangan narkoba,” tutupnya.(THR)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here