Home Lintas Kalteng Tim 17 Terbentuk, PT MS Akan Dikenakan Sanksi Tegas

Tim 17 Terbentuk, PT MS Akan Dikenakan Sanksi Tegas

83
0
SHARE

    Palangkaraya- Kasus perusakan situs budaya di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur, oleh oknum petugas keamanan PT Mustika Sembuluh anak perusahaan PT Wilmar Group, dianggap telah melukai hati masyarakat. Tak hanya itu, sanksi tegas akan dilayangkan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit itu.

    Tak tanggung-tanggung, DAD Kalteng membentuk Tim 17 yang akan menggodok terkait sanksi bagi perusahaan jika terbukti bersalah. Untuk kemungkinan sanksinya, Agustiar memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada hasil investigasi Tim 17 nanti. Tak hanya sanksi adat, hukum positif yang sedang diinvestigasi pihak kepolisian juga terus berjalan sesuai koridornya.

    “Bagi kami ini merupakan pelecehan. Kami tidak akan berandai-andai. Terkait sanksinya, lihat saja nanti tanggal mainnya. Ini adat kami tidak mau dimainkan,” ucap Ketua Umum DAD Kalteng Agustiar Sabran, Senin (12/3).

    Menurut Agustiar, konflik antara perusahaan dan masyarakat tersebut akan cepat terselesaikan, apabila perusahaan menghormati adat istiadat di Kalteng. Sesuai falsafah Huma Betang, di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung, sudah seharusnya siapa saja ikut menjaga kerukunan dan ketenteraman di Bumi Tambun Bungai.

    “Inginnya kami orang Dayak jadi tuan rumah. Ini bukannya apa, supaya tidak ada kecemburuan sosial. Ini untuk menjaga keragaman dan kebersamaan sesuai falsafah Huma Betang. Kami tidak anti, tapi orang Dayak ini saya harapkan agar jangan mati,” ucapnya ditemani sejumlah pengurus DAD Kalteng.(***)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here