Home Video Perempuan Adat Barito Timur Menolak Tambang

Perempuan Adat Barito Timur Menolak Tambang

126
0
SHARE

    Tanggal 8 maret 2018 adalah hari dimana seluruh kaum perempuan yang berada di seluruh penjuru dunia merayakan hari perempuan internasional. Momentum ini adalah salah satu bentuk protes dari kaum perempuan terhadap ketidakadilan yang mereka dapatkan dalam kehidupan social khususnya bagi buruh/pekerja industry besar yang ada di wilayah mereka. Berawal dari Demonstrasi pada tanggal 8 Maret 1917 yang dilakukan oleh para perempuan di Petrograd yang memicu terjadinya revolusi rusia. Di Soviet Rusia perayaan Hari Perempuan Internasional di jadikan hari libur nasional pada tahun 1917.

    Di Kalimantan tengah saat ini menjadi persoalan yang krusial soal tertindasnya kaum perempuan akibat dari hadirnya industri ekstraktif yang menghancurkan sumber daya alam dan hutan yang ada di Kalimantan khususnya di Kalimantan Tengah. Dimana ketergantungan hidup masyarakat terlebih kaum perempuan dalam menggantungkan hidupnya pada hasil hasil hutan tidak lagi terjamin, juga wilayah kelola yang terus tergerus habis sehingga tidak ada lagi lahan untuk mereka berladang, menanam, sehingga kebutuhan rumah tangga tidak lagi stabil sedangkan kebutuhan ekonomi saat ini semakin meninggi dan menghisap. Selain itu pengelolaan sumber daya alam model demikian juga menyebabkan kerusakanan lingkungan yang mendatangkan bencana – bencana ekologi seperti pencemaran sungai, banjir, kabut asap dan lain – lain.

    Kondisi demikianlah yang pada hari ini mengancam warga Dusun Gunung Karasik, Kabupaten Barito Timur yang dimana wilayah kelola mereka terancam oleh hadirnya perusahaan pertambangan batu bara. Bahkan hingga hari ini, sungai yang merupakan salah satu sumber kehidupan mereka kini sudah mengalami pencemaran. Masyarakat Dusun Gunung karasik yang sejatinya paling berhak atas sumber daya alam di tanah airnya sendiri kini perlahan mulai disingkirkan oleh hadirnya Investor. Tambang tambang yang berdiri perlahan menyerobot ladang dan hutan yang merupakan tempat bergantungnya ekonomi masyarakat Dusun Gunung Karasik.

    Masuknya perusahaan Batubara PT. Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) pada Tahun 2004 dan mulai melakukan survey pengukuran di lapangan pada tahun 2005. Pada Tahun 2007 mulai melakukan pembebasan lahan dan pada Tahun 2011 sudah ada penolakan dari masyarakat Dusun Gunung Karasik, pada saat itu juga warga sudah mulai diintimidasi oleh pihak perusahaan yang saat itu didukung oleh pihak Kepolisian, Humas PT. BNJM dan dari kepolisian Desa Hayaping serta anggota TNI. Adanya keributan antara warga dengan pihak perusahaan PT. BNJM dikarenakan pihak perusahaan sering melakukan penawaran terhadap masyarakat namun tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu, atas kejadian itu ada salah satu warga masyarakat yang lari kehutan karena adanya ancaman dari pihak perusahaan untuk memerintahkan pihak kepolisian agar menangkap seorang masyarakat tersebut.

    Berbagai upaya telah di lakukan oleh masyarakat dusun gunung karasik untuk menghambat dan memberhentikan aktivitas pertambangan yang ada di wilayah mereka, melakukan pengaduan kepada pemerintah dan menyuarakan persoalan yang mereka hadapi lewat media, namun sampai saat ini masih belum ada penyelesaian dan masih belum ada solusi dari pemerintah untuk memastikan keberlangsungan hidup yang bebas dari ancaman kemiskinan akan sumber daya alam masyarakat dusun gunung karasik yang saat ini sudah di kelilingi oleh konsesi pertambangan. Satu sisi, keterpurukan dan ketertindasan berkepanjangan di rasakan oleh kaum perempuan kususnya yang berada di sekitar tambang yakni PT. Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) selain memiliki beban ganda, mereka juga mendapatakan dampak yang sangat buruk akibat kerusakan lingkungan karena tercemarnya sungai, kehilangan tempat menanam, bahkan kehilangan tanah karena di rampas oleh pihak perusahaan. Sedangkan dalam aktivitas kesehariannya mereka sangat bergantung pada tanah dan sumber daya alam yang sudah di wariskan scara turun temurun kepada mereka, namun kenyataanya saat ini tidak ada lagi tempat mereka untuk menggantungkan hidup karena kehilangan tempat berusaha disela kebutuhan ekonomi mereka kian hari semakin meninggi.

    Dengan melihat kondisi yang saat ini terus meresahkan masyarakat dusun gunung karasik, WALHI Kalimantan Tengah yang sejak lama terus membicarakan issue lingkungan yang berkeadilan dan terus mendorong kebijakan kebijakan yang pro rakyat, menuntut :

    1. Agar pemerintah sesegera mungkin menyelesaikan persoalan yang ada di Dusun Gunung Karasik dan memfasilitasi penyelesaian antara masyarakat dengan PT BNJM
    2. Menghukum seberat beratnya perusahaan yang terbukti merusak lingkungan yang memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan hidup masyarakat dusun gunung karasik
    3. Mengembalikan tanah masyakat yang di rampas perusahaan dan mengganti kerugian masyarakat akibat dari rusaknya wilayah kelola dan tanam tumbuh diatasnya.
    4. Mereview kembali perusahaan-perusahaan atau industry skala besar yang bergerak dalam bidang pertambangan dan membuka ruang masyarakat untuk mengetahui legalitas perusahaan terlebih masyarakat yang berada di wilayah konsensi.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here