Home Nasional APHI Dorong Ekspor Produk Kayu Bersertifikasi

APHI Dorong Ekspor Produk Kayu Bersertifikasi

80
0
SHARE

    Jakarta- Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menginginkan berbagai pihak terkait dapat bekerja sama untuk meningkatkan perdagangan ekspor produk kayu bersertifikasi dari Indonesia di pasar internasional.

    “Hutan produksi kita menghasilkan kayu yang legal dan berkualitas tinggi setiap tahun,” kata Vice Chairman APHI, Iman Santosa di Jakarta, Rabu (7/3).

    Menurut Iman, dengan kemajuan dalam pengelolaan hutan lestari dan sertifikasi hutan, hutan produksi ini dapat menjadi tulang punggung kebijakan ekonomi hijau di tingkat propinsi.

    Selain itu, produk hutan bersertifikat dan kegiatan sertifikasi PHL sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki dan memperkuat akses dan ekspor ke pasar luar negeri di tingkat global.

    “Meskipun kami memandang masih adanya kebutuhan untuk memperbaiki konteks operasional dalam hal pajak, peraturan ekspor dan fasilitas infrastruktur, kami juga sedang melakukan proses untuk meningkatkan upaya promosi pasar dan akses pasar melalui kerja sama,” paparnya.

    Ia berpandangan bahwa negara lain lebih aktif dalam melakukan promosi industri kehutanan mereka. APHI pada Selasa (6/3) juga telah bertemu dengan berbagai pihak guna membahas kerja sama untuk meningkatkan akses pasar dan kegiatan promosi ekspor produk kayu bersertifikasi Indonesia.

    Acara itu dihadiri oleh lebih dari 100 peserta antara lain dari badan-badan sektoral (APHI), berbagai sektor kementerian (Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), organisasi pendukung seperti Forest Stewardship Council (FSC), the Borneo Initiative, WWF, dan TFF, serta pengusaha industri kehutanan.

    Sebagai perwujudan komitmen untuk menghentikan kehilangan dan degradasi hutan, APHI meminta anggotanya untuk menerapkan praktik pengelolaan terbaik dengan menyiapkan sertifikasi FSC, skema sertifikasi hutan yang diakui secara internasional dengan mekanisme berbasis pasar untuk mempromosikan pengelolaan hutan lestari.

    Dengan dukungan dari organisasi mitra seperti The Borneo Initiative, FSC, WWF, TFF, TNC, dan WanaAksara Institute, terdapat 25 unit konsesi hutan alam Indonesia dengan luas cakupan 2,7 juta hektare dari target 3,1 juta hektare yang sudah memiliki sertifikasi FSC sejak 2010.

    Saat ini, sebanyak 20 persen dari 14 juta hektare konsesi alam aktif di Indonesia telah disertifikasi oleh FSC.

    “Pertumbuhan ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di kawasan tropis dalam sertifikasi FSC. Hal ini juga merupakan dorongan utama untuk program sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dari Pemerintah Indonesia, karena perusahaan bersertifikat FSC lebih siap untuk memenuhi persyaratan SVLK juga,” ucapnya.(KEL)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here