Home Nasional Populasi Orang Utan Menyusut Akibat Perburuan

Populasi Orang Utan Menyusut Akibat Perburuan

36
0
SHARE

    Jakarta- Sebuah studi baru yang dimuat dalam Jurnal Current Biology mengungkap, bahwa ancaman terbesar bagi populasi orang utan bukanlah pembalakan liar, melainkan perburuan.

    Selain mengungkap bahwa ada lebih dari 100.000 orang utan yang mati selama 16 tahun terakhir, studi ini turut memberikan pandangan terbaru tentang kemampuan orang utan dalam beradaptasi.

    “Kami mengetahui bahwa persebaran orang utan justru jauh lebih luas dari dugaan sebelumnya. Mereka ditemukan di kawasan hutan yang terdegradasi, dan bahkan ada pula di perkebunan,” sebut Maria Voigt, ketua peneliti seperti yang dilansir dari IFL Science pada Kamis (15/2).

    Pernyataan Maria ini turut menumbangkan pandangan bahwa orang utan adalah spesies yang sensiti dan hanya mampu hidup di hutan lindung dengan curah hujan tinggi, tanpa terjamah manusia.

    Nyatanya, kera besar ini mempunyai kemampuan adaptasi yang baik meski lingkungan telah berubah. Orang utan akan dengan cepat menyesuaikan diri dengan variasi makanan baru, seperti akasia dan kelapa sawit.

    Orang utan juga ditemukan lebih sering berjalan di tanah. Keahlian tersebut jauh lebih bagus daripada yang manusia pikirkan selama ini. Ini cukup membuktikan bahwa orang utan juga tetap bisa bertahan hidup di kawasan pertanian dan perkebunan.

    Setelah diselidiki lebih jauh, tingginya angka kematian orang utan justru lebih berbahaya jika dipicu oleh perburuan yang dilakukan manusia. Manusia menjadi dalang lenyapnya para orang utan dari habitatnya.

    Oknum manusia itu secara tega menghabisi orang utan dengan dalih memanfaatkan daging hewan tersebut. Bayi orang utan turut menjadi korban perburuan karena akan diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan.

    Perburuan yang selama ini tidak terlalu dikhawatirkan bagi kelangsungan hidup orang utan, sudah perlu mendapat perhatian khusus. Saat ini, diperkirakan ada 3 hingga 4 orang utan yang meregang nyawa di tangan pemburu.

    Penelitian yang melibatkan 38 institusi internasional ini ikut menyoroti dampak mengerikan jika para manusia pemburu terus mengincar orang utan sebagai targetnya.

    “Orang utan termasuk lamban dalam berkembang biak. Kendati hanya satu orang utan yang diambil dari 100 orangutan dewasa, populasi tersebut punya kecenderungan besar untuk punah,” kata Serge Wich, wakil peneliti.

    Hasil penelitian ini perlu ditindaklanjuti karena orang utan menyusut secara drastis jumlahnya tiap tahun. Namun kabar baiknya, orang utan tidak akan punah selama ada upaya menyelamatkan orang utan lewat taman nasional. Taman nasional perlu dipastikan benar-benar aman untuk tempat pelestarian orang utan. Perburuan juga harus ditekan.(KEL)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here