Home Kasongan Polres Katingan Serahkan 4 Satwa Dilindungi ke BKSDA

Polres Katingan Serahkan 4 Satwa Dilindungi ke BKSDA

103
0
SHARE

    Katingan- Kapolres Katingan AKBP Ivan Adityas Nugraha S.I.K menyerahkan empat ekor satwa liar yang dilindungi kepada Badan Konservasi Sumber Daya alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah , di aula pertemuan Polres, Senin (12/2).

    “Empat satwa ini, diserahkan oleh warga Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, secara sukarela tanpa paksaan, yakni satu ekor Orang Utan, satu ekor Beruang Madu dan dua ekor Uak-uak atau Kelawet,” jelas Ivan.

    Pasalnya hewan ini masuk dalam satwa yang dilindungi sesuai undang-undang nomor 5 tahun 1990, disebutkan ada beberapa satwa atau jenis tumbuhan yang dilindungi masuk dalam peraturan pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis satwa dan tumbuhan lainya.

    Menurutnya, saat dilakukan sosialisasi dan memberikan penjelasan serta pengertian oleh pihak Polsek Katingan Hulu dan pihak Bos Foundation dan BKSDA kepada warga setempat, bahwa yang dipelihara itu merupakan satwa yang dilindungi. Kedua warga tersebut juga memahami dan mengerti. Kemudian warga langsung menyerahkan beberapa satwa yang dilindungi secara sukarela kepada tim gabungan perlindungan satwa.

    Berdasarkan keterangan kedua warga yang memelihara satwa yang dilindungi tersebut bahwa awalnya mereka membeli satwa-satwa itu dari orang lain yang juga warga Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan dan memelihara satwa-satwa yang dilindungi selama 1 tahun lebih.

    “Kemudian, satwa yang dilindungi ini akan dilakukan pemeriksaan kesehatan yang lebih lanjut dengan melibatkan dokter hewan khusus dari Bos Foundation dan akan merawat hingga benar-benar bisa dilepaskan kembali ke alam liar,” pungkasnya.

    Sementara, Kasi Wilayah 1 BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah Junet mengatakan, dari hasil penyerahan hewan ini, akan pihaknya tindak lanjutkan kembali. Yakni untuk Orang Utan, akan dititipkan ke klinik nyaru Menteng, Palangkaraya.

    “Untuk Beruang Madu, menurut informasi sudah dalam perjalanan ke Kota Palangkaraya, akan mendapatkan perawatan, dan dua ekor Uak-Uak atau Kelawet, akan dititipkan di BKSD, soalnya kondisinya masih sangat mudar atau masih bayi,” terang Junet.

    Menurutnya, salah satu tujuan tersebut perlindungan Orang Utan dan Satwa yang dilindungi lainnya, secara legal adalah karena sudah tercantum di Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999, dan secara ilmiah untuk satwa orang utan adalah spesies kunci.(AJS)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here