Home Lintas Kalteng 3 Paslon Bertarung di Pilkada Bartim

3 Paslon Bertarung di Pilkada Bartim

379
0
SHARE

    Barito Timur- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah menetapkan tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bartim yang ikut kontestan Pilkada Bartim 2018, di GPU Mantawara Tamiang Layang, Senin (12/2).

    Ketua KPU Bartim Zainal Hamli menegaskan, ketiga pasangan calon yang telah ditetapkan tersebut yakni Ampera AY Mebas – Habib Said Abdul Saleh (AMAS), H Supriatna – Yudha Nyampai (SURYA) dan Pancani Gandrung – H Mucktar Abdul Rahman (PAMUR).

    “Acara selanjutnya setelah penetapan akan dilaksanakan besok (selasa) yakni penetapan nomor urut pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Bartim,” katanya.

    Menurutnya, pihaknya akan terus melaksanakan tahapan Pilkada sebagaimana tahapan yang telah dibuat KPU Pusat.

    Setelah penetapan nomor urut paslon, dilanjutkan dengan kordinasi teknis pemasangan alat peraga kampanye antara KPU Bartim dengan Tim sukses masing-masing calon.

    Selain itu, Zainal menyampaikan bawah pencocokan dan penelitian dari daftar penduduk potensial pemilih pemulih (DP4) yang diterima KPU dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bartim, ternyata banyak mengalami perubahan ketika dilapangan, seperti warganya yang sudah pindah dan lainnya.

    “Kami minta tim sukses maupun pasangan calon ikut mensosialisasikannya agar masyarakat segera mendaftarkan diri sebagai pemilih,” katanya.

    Selain itu, Ampera AY Mebas menegaskan cutinya per Kamis (15/2) nanti, sebagaimana ijin cuti dari Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran.
    Penetapan cuti tersebut sekaligus ditindaklanjuti dengan pengangkatan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bartim.

    “Rencananya Plt akan diisi wakil Bupati Bartim H Suriansyah langsung,” kata Ampera.

    Selanjutnya, bakal pasangan calon Bupati Bupati Bartim periode 2018 – 2023, H Rayesnan yang tidak diloloskan oleh KPU setempat mengatakan, pihaknya telah melaporkan komisioner KPU Bartim ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, terkait penolakan pendaftarkan dirinya bersama Marcopolo oleh KPU Bartim.

    “Kita sedang berproses di DKPP. Tunggu saja hasil keputusan sidangnya,” kata Rayesnan.

    Menurutnya, pihaknya tidak menggugat keputusan KPU Bartim terkait penetapan paslon tersebut, karena hal tersebut merupakan prosedural yang harus dilaksanakan KPU Bartim.

    Dalam penetapan paslon tersebut, terlihat puluhan anggota polisi berpakaian preman dan bersenjata lengkap menjaga situasi keamanan dan ketertiban pelaksanaan penetapan paslon.

    Turut hadir di acara tersebut Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan SIK, perwakilan Kajari Bartim dan tokoh masyarakat serta Paslon didampingi tim sukses masing-masing.(RSD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here