Home Kalteng 24 Jam Dua Pelaku Pembunuhan Sadis Orang Utan Ditangkap

Dua Pelaku Pembunuhan Sadis Orang Utan Ditangkap

139
0
SHARE

    Palangkaraya- Dua pelaku pembunuhan sadis orang utan tanpa kepala ditangkap. Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Anang Revandoko mengatakan polisi menyita barang bukti dari kedua terduga pelaku, yaitu senjata hingga tengkorak kepala.

    “Ada tengkorak kepala (orang utan) ya. Kemudian kita temukan juga senapan angin, parang,” kata Anang, Rabu (31/1).

    Mereka yang ditangkap berjumlah dua orang, yakni berinisial T (41) warga Desa Gunung Rantau, Dusun Utara, Kabupaten Barsel dan M (32) warga Jalan Waning Pati, Desa Tumpung Laung, Kecamatan Motalat, Kabupaten Barito Utara.

    “Ada dua orang laki-laki yang kita amankan. Mereka berinisial T dan M,” kata Kapolda.

    Anang menyampaikan, menurut pengakuan dua pelaku, orang utan sengaja dihabisi lantaran sering menganggu seperti mengacau ke rumah-rumah warga sekitar kebun karet. “Pengakuannya orang utan sering ganggu juga, ke rumah-rumah,” imbuh Anang.

    Jenderal bintang satu ini menerangkan pelaku kesal dengan ulah orang utan dan melepaskan tembakan. Setelah itu pelaku memotong bagian tubuh orang utan, yaitu kepalanya.

    “Tengkorak diduga milik orang utan itu dikubur, tengkorak kepalanya. Kemudian badannya di buang ke Sungai Barito karena besar kan sungainya,” ujar Anang.

    Seekor orang utan jantan ditemukan mati mengambang di Sungai Barito, Buntok, Kalimantan Tengah. Bangkai orang utan itu ditemukan tanpa kepala dengan bulu yang sudah rontok.

    Centre for Orangutan Protection (COP) menyebut bangkai orang utan itu ditemukan pada Senin, 15 Januari 2018, dini hari. Bangkai orang utan itu ditemukan warga yang berada di sekitar Jembatan Kalahien.

    Penemuan orang utan mati tanpa kepala di Kalimantan Tengah menjadi perhatian Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK), Siti Nurbaya. Dia memerintahkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno dan Dirjen Gakkum Rasio Ridho Sani untuk turun ke lapangan dan meneliti kejadian ini.

    Sementara itu Kabareskrim Komjen Ari Dono menegaskan kepolisian serius dalam mengusut pelaku pembunuhan sadis orang utan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ari mengatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian dunia.

    “Pelakunya pasti dikejar. Kalau kami tidak bertindak nanti kami akan dikecam,” kata Ari usai acara Rapim Polri 2018 di STIK/PTIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/1).

    Hasil autopsi menunjukan orang utan tanpa kepala ini disiksa hingga mati. Tim autopsi terdiri dari dokter BOSF, dari BKSDA, COP, Tim Identifikasi dari Polda dan dari polres setempat.

    Ada 17 peluru senapan angin bersarang di bangkai orang utan itu dan bekas tebasan senjata tajam di bagian leher. Bagian dalam tubuh orangutan itupun mengalami patah tulang.(RSD)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here