Home Nasional Warga Kalteng Harus Wapadai Angin Kencang

Warga Kalteng Harus Wapadai Angin Kencang

221
0
SHARE

    Jakarta- Seminggu ke depan, hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (29/1/2018), mengatakan bahwa hujan intensitas sedang sampai lebat masih berpotensi terjadi mulai Senin ini sampai 3 Februari mendatang.

    Penyebab utamanya adalah pergerakan massa udara dingin dari daratan Asia yang masih cukup aktif, jika ditinjau dari indeks seruakan dingin (‘cold surge’).

    “Hal ini menyebabkan terbentuknya beberapa wilayah pertemuan angin yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi signifikan,” jelas Dwikorita, di Jakarta Pusat.

    Selain itu, menurut Dwikorita, tekanan udara rendah yang terjadi di Samudera Hindia, atau wilayah belahan bumi selatan, membuat udara dingin mengalir dari belahan bumi utara, yaitu daratan Asia.

    Hujan berintensitas sedang sampai lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah selama sepekan ke depan, dari Sumatera sampai Papua.

    Di wilayah Indonesia Barat, termasuk di antaranya Aceh, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

    Di wilayah Indonesia Tengah, termasuk di antaranya Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

    Di wilayah Indonesia Timur, termasuk di antaranya Papua Barat dan Papua.

    Selain potensi hujan lebat, peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 20 knot juga berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

    Peningkatan kecepatan angin diperkirakan terjadi di Laut Jawa, Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa, Selat Sunda, perairan utara Jawa Tengah, perairan utara NTB sampai NTT, dan pesisir utara Pulau Jawa.

    Adanya peningkatan kecepatan angin kemungkinan pun akan berdampak pada peningkatan ketinggian gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

    Di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa hingga NTT, perairan selatan Pulau Sumba sampai Laut Timor, dan Laut Arafuru, tinggi gelombang berpotensi mencapai 4,0-6,0 meter.

    Sedangkan, di Perairan Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa, perairan Kepulauan Sermata sampai Kepulauan Leti, dan perairan Kepulauan Babar sampai Kepulauan Tanimbar, tinggi gelombang dapat mencapai 2,5-4,0 meter.(KEL)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here