Home Lintas Kalteng Puluhan Peluru Bersarang di Bangkai Orang Utan

Puluhan Peluru Bersarang di Bangkai Orang Utan

430
0
SHARE

    Palangkaraya- Tim dokter forensik Polda Kalteng menemukan belasan peluru senapan angin di tubuh bangkai orang utan yang ditemukan tanpa kepala di Sungai Barito, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah pada Senin 15 Januari 2018.

    Hal ini diketahui setelah tim dokter forensik melakukan autopsi terhadap primata dilindungi ini. “Ditemukan belasan peluru senapan angin di tubuh bangkai orang utan tersebut. Namun terkait apa penyebabnya belum bisa disimpulkan,” ujar seorang dokter forensik kepolisian Polda Kalteng, Ida usai melakukan autopsi, Kamis 18 Januari 2018 sore.

    Seekor orang utan tanpa kepala dan bulunya menghilang ditemukan tewas mengambang di Sungai Barito. Manajer Perlindungan Habitat, Center for Orangutan Protection (COP), Ramadhani mengatakan, bangkai orang utan itu ditemukan dengan kondisi sangat mengenaskan.

    “Orang utan itu ditemukan warga pada Senin, saat itu juga sudah dikubur. seharusnya diautopsi dahulu untuk mengetahui kematian orang utan itu sebabnya apa tapi sudah terlanjur dikubur,” kata Dhani kala itu.

    Setelah melakukan overlay peta, habitat orang utan di sekitar lokasi itu sudah banyak tergerus oleh konsesi perkebunan kelapa sawit.

    Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Adib Gunawan menduga orang utan itu mati dibunuh. “Ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, seperti bekas sabetan senjata tajam. Kepala orang utan itu sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Adib melalui sambungan telefon.

    Adib mengatakan, lokasi tempat awal diduga terjadinya pembunuhan terhadap orang utan jantan dewasa itu belum bisa dipastikan. “Diperkirakan, tubuh orang utan tersebut sudah hanyut mengikuti aliran sungai,” kata dia.

    Warga dan petugas sempat kerepotan saat memindahkan bangkai orang utan yang tergolong berat. Diperlukan tenaga empat orang dewasa untuk dapat mengangkatnya.

    Karena sudah membusuk, petugas BKSDA dan warga langsung menguburkan orang utan itu di sekitar lokasi penemuannya. Namun Adib memastikan, pihaknya tetap akan menyelidiki penyebab kematian primata langka yang dilindungi undang-undang ini.(RSD)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here