Home Wisata dan Kuliner Mengunjungi Desa Dayak di Kalimantan Tengah

Mengunjungi Desa Dayak di Kalimantan Tengah

235
0
SHARE

    Palangkaraya- Kalimantan Tengah hadir dengan berjuta pesona wisata yang dapat membuat kita senang mengunjunginya. Hutan hijau belantara menjadikan hati kita bahagia saat melihatnya. Perhatikanlah, saat kita berada di atas pesawat di atas Kalimantan, kita akan melihat hijaunya ladang yang luas. Ini menandakan bahwa Kalimantan mempunyai potensi wisata yang begitu asri dan lebih berkonsep alam. Selain kaya akan sumber daya alam yang begitu melimpah, kehidupan budaya di Kalimantan juga sangat kaya. Di Kalimantan Tengah, kita dapat menemukan 3 etnis suku Dayak, yakni suku Dusun Ma’anyan, suku Ot Danum dan suku Ngaju.

    Selain berwisata ke pantai dan ke gunung, kita bisa refreshing dengan cara mencoba hidup ditengah-tengah masyarakat dayak. Mereka begitu ramah dan sangat terbuka kepada para pendatang. Dengan melibatkan hidup dengan cara hidup masyarakat Dayak, kita bisa menikmati suasana alamnya, menambah teman dan saudara, menambah pengalaman dan berbagai pengetahuan.

     

    Untuk datang ke desa masyarakat Dayak, kita bisa pergi ke Palangkaraya. Dari Jakarta, terdapat tiga kali penerbangan ke Palangkaraya dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Setelah sampai di Palangkaraya, Anda harus menggunakan jasa agen travel. Paket perjalanan akan mengantarkan Anda untuk melakukan petualangan ke desa Dayak. Jika Anda ingin merasakan pengalaman berada di masyarakat Dayak, Anda harus memesan paket perjalanan yang jadwalnya adalah menginap di desa Dayak.

    Tinggal di tengah-tengah masyarakat Dayak tentu saja dapat membuat kita mengetahui lebih jauh tentang kebudayaan masyarakat Dayak. Kita bisa melihat gaya hidup, kesenian, tarian tradisional dan berbagai instrumen musik masyarakat dayak.

    Dayak Ngaju mempunyai kebudayaan seni yang tinggi. Beberapa diantara keseniannya yang tinggi antara lain patung memorial, kuburan panggung dan peti kayu. Suku Dayak Ngaju ini begitu populer dibandingkan dengan yang lainnya. Mereka tinggal di Sungai Kapuas dan daerah Kahayan.

    Suku di Dusun Ma’anyan begitu terkenal dengan kebudayaan tinggi yang berhubungan dengan roh. Di sana, kita bisa melihat sebuah upacara kematian yang kompleks dan ritual pertanian. Pengobatan di suku ini masih menggunakan jasa dukun. Kita juga bisa melihat makam-makam yang berjejer sesuai dengan tingkatan sosial masyarakat.

    Di suku Ot Danum, kita bisa menemukan rumah-rumah adat mereka yang tinggi, yakni sekitar 2,5 meter di atas tanah. Rumah ini besar dan mempunyai 50 kamar. Jadi, tidak heran dalam satu rumah ini bisa dihuni oleh banyak sekali orang. Rumah ini dikenal dengan sebutan rumah betang, pada masyarakat setempat. Keterampilan yang dimilik oleh masyarakat suku Ot Danum antara lain adalah menganyam bambu, daun palm dan rotan.

    Berburu di Desa Dayak

    Di desa Dayak, Anda bisa mengikuti masyarakat setempat untuk menangkap ikan. Cara mereka dalam menangkap ikan adalah dengan alat pancing dan jala unik. Anda akan terkagum-kagum bagaimana cara orang Dayak bisa mendapatkan ikan dengan jumlah yang banyak.

    Selain menangkap ikan, masyarakat Dayak juga suka berburu rusa dan babi hutan. Cara mereka berburu sangatlah unik. Rusa-rusa bisa mendekat kepada para pemburu. Rusa-rusa itu dipanggil dengan cara menirukan suara rusa muda. Induk rusa akan berpikir bahwa itu adalah anaknya, maka dia akan datang pada tempat di mana suara rusa muda itu berasal. Setelah rusa mendekat, pemburu akan menombak rusa dari jarak yang cukup jauh.(AGN)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here