Home Lintas Kalteng Pilkada Jangan Jual SARA

Pilkada Jangan Jual SARA

97
0
SHARE

    Palangkaraya- Sebanyak 11 daerah di Kalteng menggelar pilkada 2018. Masing-masing calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang telah memenuhi syarat, telah mendaftarkan diri ke KPUD.

    Ketua umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng H Agustiar, mengimbau kepada para peserta pilkada untuk tidak menjual isu SARA saat berkampanye nanti.

    “Bertandinglah secara sportif, tidak saling menjatuhkan dan menjelekkan pasangan calon lain. Sampaikan program-program yang layak dijual. Dari program itu rakyat bisa menilai siapa pemimpin yang pantas dipilih,” tandasnya.

    Kampanye yang mendidik akan membuat konstituen memilih kepala daerah. Kampanye SARA menurutnya sudah tidak laku lagi, malah bisa menimbulkan perpecahan. “Ini yang harus kita jaga bersama, jangan sampai pesta demokrasi ternodai hanya karena ambisi pribadi untuk menjadi bupati maupun wali kota,” ucapnya.

    Pemimpin yang dicintai rakyat, adalah kepala daerah yang amanah, berkomitmen kepada rakyat untuk bersama-sama membangun daerahnya menjadi lebih baik.

    “Salah satu komitmen kerakyatan adalah mengutamakan kearifan lokal. Ini penting, agar daerah yang dipimpimpinnya benar-benar memprioritaskan pembangunan yang semuanya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya,” pungkasnya lagi.

    Untuk itu, kata Agustiar, pemimpin yang dipilih rakyat yang benar-benar amanah. “Rakyat pasti memilih kepala daerah yang memiliki kemampuan mumpuni. Artinya, seorang pemimpin dalam mengambil keputusan hanya semata-mata demi kepentingan  rakyat, bukan kepentingan sesaat,” ujarnya seraya mengatakan selamat bertanding bagi para calon kepala daerah yang telah diberi kepercayaan.

    Di bagian lain, Agustiar mengingatkan, agar DAD kabupaten/kota netral dan tidak berpihak kepada salah satu calon kepala daerah. “DAD jangan dibawa-bawa ke ranah politik, apalagi ikut-ikutan berkampanye dengan salah satu paslon dengan mengatasnamakan DAD,” tegasnya.

    Jika ada oknum pengurus DAD yang mendukung  salah satu paslon dengan membawa nama DAD, maka sudah jelas ada sanksinya. “Sudah ada aturannya, siapa yang melanggar akan ada sanksi sesuai tingkat kesalahan,” katanya.

    DAD tidak berpihak kepada paslon siapa pun, namun DAD wajib mengawal pesta demokrasi supaya berjalan lancar dan aman.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here